Membangun Budaya Literasi untuk Masa Depan Daerah
Rendahnya minat baca pada akhirnya akan berdampak pada ketertinggalan bangsa Indonesia.
Menjadi ironi ketika para remaja lebih memilih menghabiskan waktu menongkrong di pinggir jalan, daripada duduk manis membuka lembar-lembar buku di dalam perpustakaan.
Alangkah ruginya ketika telpon pintar tidak membuat kita menjadi pintar, karena hanya kita digunakan sebatas untuk medsos, tidak untuk menambah informasi dan pengetahuan yang lebih berguna.
Meningkatkan kualitas pendidikan dan pemerataan fasilitas pendidikan di setiap daerah adalah upaya untuk mendorong tingkat melek huruf yang lebih tinggi.
Pada sisi lain membangun lebih banyak perpustakaan di semua daerah, selain tentunya menambah koleksi buku, menjadikan perpustakaan menjadi tempat yang nyaman tidak hanya untuk membaca tetapi juga kegiatan yang berkaitan dengan literasi.
Perpustakaan dibangun di kawasan keramaian daerah. Di pusat kota yang mudah dijangkau publik.
Memberikan edukasi kepada anak – anak sejak usia dini pentingnya membaca misalnya dengan mengajak ke toko buku.
Peran pemerintah maupun masyarakat umum sangat penting dalam mendukung gerakan budaya baca, dan tidak sekedar acara seremoni.
Bukankah mencerdaskan kehidupan bangsa adalah tujuan negara yang diamanahkan dalam konstitusi negara UUD 1945.
Apakah pemimpin di daerahmu sudah bahkan sangat mendukung kegiatan literasi di daerahmu?
Silakan pembaca berpendapat.
Salam literasi.
Rusmin Sopian, Penulis yang tinggal di Toboali
