BANGKA SELATAN, TIMELINES.ID — Denny Permana menduga KPU Basel tidak profesional dalam menjalankan tugasnya sebagai penyelenggara pemilihan.

Dugaan ini terkait dengan terbitnya pengumuman KPU Basel no 22/PP.04.2-Pu/1903/2024 tentang Hasil Seleksi PPK pada Pilkada Basel 2024.

Denny yang merupakan Ketua PPK 2019, anggota PPK 2020, dan Ketua PPK 2024 mengaku bahwa ada dugaan tidak transparan dan tidak jujur dalam seleksi PPK Pilkada tahun ini.

“Saya agak heran jika saya tidak lulus dalam seleksi ini karena secara pengalaman saya sudah 3 priode. Secara legal nilai saya tertinggi nomor 2 se Kecamatan Payung pada saat CAT, tiba-tiba ketika hasil wawancara saya dinyatakan tidak lulus atau status masa tunggu, agak aneh dan tidak logis,” ujar pria yang menjabat Ketua KNPI Kecamatan Payung ini, Rabu (15/5/2024).

Baca Juga  Polsek Airgegas Dua Pelaku Pelemparan Kaca Truk Tangki Pertamina di Desa Bencah

Kata Denny saat menjadi Ketua PPK, dirinya bekerja profesional, namun ia menduga ada persoalan pribadi yang menjadi penyebab gagalnya seleksi ini.

“Saya merasa aneh padahal Ketua PPK Payung mendapat Penghargaan Manajemen SDM Terbaik se Basel pada Pemilu 2024 oleh KPU Basel bulan lalu, artinya secara profesional mereka mengakui kualitas kerja saya tapi tiba-tiba saya tidak lulus, kan aneh,” tambahnya.