Tak Sengaja Membaca Syahadat Apakah Otomatis Masuk Islam? Simak Penjelasannya
Gus Towus menjelaskan bahwa pelafalan atau pengikraran dua kalimat syahadat tidak harus dibaca dengan bahasa Arab. Asalkan, dengan catatan bahwa pelafalan tersebut memiliki arti yang spesifik.
“Orang Inggris misalkan, pakai bahasa Inggris gapapa yang penting artinya spesifik yakni pengkuan terhadap ke Esa-an Allah Swt dan pengakuan ke Rasulan Nabi Muhammad Saw,” tuturnya
Gus Towus menambahkan, jika andai kata seseorang tersebut tidak mengetahui caranya atau masih bingung bagaimana dia ingin masuk Islam dan menjadi seorang Muslim.
Di Indonesia, khususnya kita bisa mendatangi tokoh agama setempat, ke kiai setempat, ke takmir masjid atau ke lembaga-lembaga yang memang menangani muallaf, dan seterusnya.
“Pada prinsipnya orang bisa dikatakan masuk Islam manakala disertai dengan kefahaman dan niat bahwasanya pengikrarannya itu bukan hanya dalam lisan tapi juga dalam hati, akan ke Esa-an Allah dan ke Rasulan Nabi Muhammad Saw,” tandasnya. (Dilansir dari Jabar.nu.or.id)
