Saat ini, pemerintah Israel memprediksi ada sekitar 130 orang yang masih ditawan Hamas di Gaza.

Aksi para warga Israel ini pun bukan kali pertama. Pekan lalu, polisi Zionis menangkap empat orang di selatan Israel karena melakukan unjuk rasa serupa yang memprotes pengiriman bantuan ke daerah yang dikuasai Hamas.

“Mengingat insiden perilaku tidak tertib yang terjadi hari ini, penegak hukum telah memulai penyelidikan yang berpuncak pada penangkapan beberapa tersangka,” kata polisi Israel dalam sebuah pernyataan.

“Investigasi sedang berlangsung secara aktif,” lanjut mereka.

Sejak beberapa waktu terakhir, pemerintah Israel telah mendapat tekanan keras global untuk melindungi aliran bantuan terhadap warga sipil di Gaza.

Baca Juga  Inter Milan Masih Ngebet Datangkan Kembali Romelu Lukaku dari Chelsea

Pasalnya, warga Gaza dilanda krisis kemanusiaan hebat yang mengancam jutaan warga Palestina.

Bukan cuma itu, serangan Israel ke Rafah juga membuat dunia naik pitam. Sebab saat ini, sekitar 1,3 juta warga Palestina mengungsi di kota ujung selatan Gaza tersebut. Tak ada lagi tempat bagi mereka untuk berlindung.

Agresi Israel di Jalur Gaza sendiri telah menewaskan lebih dari 35 ribu orang. Mayoritas korban ialah anak-anak dan perempuan. (blq/rds/CNNIndonesia.com).