Oleh: Heri Suheri, C.IJ.,C.PW., CA-HNR.,CFLS

Pilkada serentak tahun 2024 adalah merupakan pemilihan kepemimpinan daerah seperti
bupati, walikota, gubernur (beserta para wakilnya) periodik lima tahunan.

Adapun suksesi kepemimpinan daerah merupakan hal yang penting dalam tata pemerintahan daerah dan
perjalanan demokrasi di Indonesia.

Terkait partisipasi positif kalangan muda dalam rangka suksesi kepemimpinan daerah, telah turut serta meramaikan kontestasi pilkada serentak 2024, begitu juga dalam konteks untuk calon walikota dan wakil walikota Pangkalpinang 2024 dari kalangan muda yang kompeten dan tentunya merupakan langkah positif dan langkah inovasi yang sangat penting dalam memajukan kota Pangkalpinang.

Dengan demikian, memilih seorang calon dari kalangan muda untuk posisi tersebut diharapkan dapat membawa dampak positif yang besar bagi perkembangan kota tersebut secara signifikan.

Kepemimpinan dari kalangan muda adalah sebuah tren yang semakin berkembang di berbagai daerah tidak terkecuali untuk kota Pangkalpinang. Para calon pemimpin muda ini dianggap memiliki energi, ide-ide segar, dan keterbukaan yang dibutuhkan untuk memimpin dengan sukses.

Baca Juga  Pj Wako Buka Pangkalpinang Fest Season 3

Mereka juga cenderung lebih akrab dengan teknologi dan dinamika sosial yang dinamis terus berkembang.
Dalam banyak contoh, para calon pemimpin muda lebih mudah beradaptasi terhadap perubahan dan memiliki visi jangka panjang yang lebih kuat. Mereka juga dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda lainnya untuk terlibat dalam pembangunan dan pemberdayaan masyarakat.

Bahwa kepemimpinan dari kalangan muda harus kompeten, berintegritas tinggi, memiliki kemampuan leadership yang berwawasan kebangsaan, dan biasa berhubungan dengan berbagai elemen masyarakat, birokrasi yang berhubungan pemerintahan atau stakeholder lainnya dari daerah sampai nasional agar mereka dapat membangun kapasitas kepemimpinan mereka secara holistik.

Kombinasi antara energi dan inovasi calon walikota dan wakil walikota Pangkalpinang 2024 dari kalangan muda dengan kebijaksanaan dan pengalaman dari pemimpin yang lebih (senior) dapat menciptakan model kepemimpinan yang ideal. Keseimbangan antara generasi dalam kepemimpinan dapat membawa manfaat bagi pengambilan keputusan yang lebih beragam dan inklusif.

Baca Juga  ABK Kapal Terjatuh lalu Hilang di Muara Pangkalbalam

Dalam konteks ini, kolaborasi antar generasi dalam kepemimpinan dapat menjadi kunci sukses bagi pembangunan daerah. Para pemimpin muda perlu terus melakukan pembelajaran dan pengembangan diri, sementara pemimpin yang lebih senior juga perlu terbuka terhadap ide-ide baru dan perspektif yang dihadirkan oleh generasi muda.

Sehingga, kepemimpinan dari kalangan muda dapat menjadi sebuah aset berharga bagi kemajuan daerah jika didukung dengan kesempatan pembelajaran, mentorship yang baik, dan kerja sama antar generasi yang inklusif.

Kalangan muda seringkali memiliki potensi dinamis, keberanian, visi yang segar, dan kemampuan untuk berpikir (out of the box). Mereka biasanya lebih terbuka terhadap inovasi dan perubahan, serta mampu lebih memahami kebutuhan dan aspirasi dari generasi muda lainnya.

Seorang wali kota atau wakil wali kota yang berasal dari kalangan muda cenderung lebih dekat dengan masyarakat muda, sehingga dapat menggambarkan kebutuhan dan harapan mereka dengan lebih baik.

Baca Juga  Dinas Kesehatan Kota Pangkalpinang Masih Tangani 5 Pasien COVID-19

Dengan model kepemimpinan yang energik dan berorientasi pada perubahan, seorang wali kota dan wakil wali kota dari kalangan muda dapat membawa ide-ide baru dan solusi kreatif untuk menanggulangi berbagai permasalahan yang dihadapi oleh kota. Mereka juga lebih mungkin untuk memanfaatkan teknologi digital, literasi digital dan media sosial sebagai alat untuk berinteraksi dengan masyarakat secara lebih efektif dan transparan.

Namun, memilih seorang wali kota dan wakil wali kota dari kalangan muda juga memiliki tantangan tersendiri. Mereka tentunya harus bisa dipastikan memiliki pengalaman dalam hal birokrasi dan manajemen, yang dapat mempengaruhi kualitas kepemimpinan mereka.

Oleh karena itu, calon dari kalangan muda yang harus memiliki pengetahuan dan keterampilan yang memadai sebelum memasuki posisi tersebut.