“Biasanya sekali angkat jaring dapat 10-15 kilogram, ini pagi tadi cuma seekor. Sekarang nelayan sudah angkat jaring semua karena tidak ada ikan lagi,” keluhnya.

Menurut Sopian, kejadian seperti ini terus berulang sejak perusahaan tambak udang tersebut panen udang.

“Jadi kalau panen udang, kejadiannya pasti seperti ini dan telah berulang sejak tahun lalu. Mereka panen mungkin satu bulan sekali, karena kolam udangnya kan berbeda-beda usia udangnya,” tambahnya.

Puluhan nelayan, lanjut Sopian selama ini hanya mengeluh sebatas itu saja jika hasil tangkapan ikan masih cukup.

“Namun kejadian kali ini sepertinya tidak bisa ditahan lagi, kita sudah mengadu ke pemerintah desa namun belum ada tanggapan serius. Harapan kita Pemkab Basel melalui Dinas Lingkungan Hidup segera bergerak mengecek limbah yang dibuang dan berikan sanksi jika memang ada pelanggaran,” tegas Sopian.

Baca Juga  Pemuda 21 Tahun di Petaling Tewas, Diduga Korban Tabrak Lari

Ia menceritakan sejak dulu masyarakat RT 02 Dusung Sungai Gusung tidak pernah menerima keberadaan perusahaan tambak udang di sini.

“Dari dulu kita memang menolak keberadan tambak uang ini,” tutupnya.

Timelines.id berupaya mengonfirmasi dugaan pencemaran limbah ini ke DLH Basel dan perusahaan tambak udang.