Tahun 1993, luas mangrove di Kepulauan Bangka Belitung 273.692,81 hektar. Kepulauan Bangka Belitung kehilangan mangrove seluas 240.467,98 hektar.

Sementara terumbu karang yang luas sebelumnya 82.259,84 hektar, kini  tersisa 12.474,54 hektar. Sekitar 5.720,31 hektar karang mati.

Rusaknya terumbu karang berdampak menurunnya populasi ikan, sehingga hasil tangkap masyarakat pesisir juga menurun.

Dilansir, puluhan nelayan Pantai Zibur, Dusun Sungai Gusung, Desa Rias, Kecamatan Toboali, Kabupaten Bangka Selatan mengeluhkan limbah perusahaan tambak udang PT. Sumber Berkat Multiartha yang langsung dibuang ke laut diduga tanpa proses IPAL yang benar.

Akibatnya, pesisir Pantai Zibur jadi tercemar. Hasil tangkapan nelayan menurun dratis. Bahkan nelayan menemukan ikan, kepiting hinggu penyu sisik mati di tepi pantai.

Baca Juga  Aniaya Seorang Wanita, Petani di Desa Malik Dicokok Polisi

Matinya habitat laut ini diduga akibat tercemarnya pantai oleh limbah perusahaan tambak udang PT Sumber Berkat Multiartha.

Sayangnya, manajemen PT Sumber Berkat Multiartha Rosida dikonfirmasi sejak Rabu pagi belum memberikan tanggapan.