Keduanya melihat mayat diperkirakan jenis kelamin laki-laki dengan ciri-ciri yang nampak kelihatan menggunakan jas hujan plastik warna hijau yang hanyut dibawa arus laut.

Tarjuni dan Arjun mencoba menghampiri mayat Mr. X sembari merekam titik koordinat, namun karena pengaruh cuaca dan jarak pandang sudah malam Tarjuni dan Arjun tidak dapat melihat mayat Mr. X tersebut.

Mereka berdua memutuskan pulang ke Pelabuhan Sadai dan melaporkan kejadian tersebut kepada Sat Polairud Polres Bangka Selatan.

“Satpolair Polres Basel menerima laporan dari nelayan Sadai ada diduga mayat mengapung di Perairan Sadai-Lepar dan kita tindaklanjuti dengan  melakukan pencarian,” jelas Kasatpolair, Iptu Mulia Renaldi, Jumat (24/5/2024).

Baca Juga  Dihantam Badai, Tujuh Nelayan asal Burung Mandi 6 Jam Hilang Kontak