Tarjuni dan Arjun mencoba menghampiri mayat Mr. X sembari merekam titik koordinat, namun karena pengaruh cuaca dan jarak pandang sudah malam Tarjuni dan Arjun tidak dapat melihat mayat Mr. X tersebut.

Mereka berdua memutuskan pulang ke Pelabuhan Sadai dan melaporkan kejadian tersebut kepada Sat Polairud Polres Bangka Selatan.

“Satpolair Polres Basel menerima laporan dari nelayan Sadai ada diduga mayat mengapung di Perairan Sadai-Lepar,” jelas Kasatpolair, Iptu Mulia Renaldi, Jumat (24/5/2024).

Menurutnya, usai menerima laporan, keesokan harinya tim gabungan yang terdiri atas Satpolair Polres Basel, Basarnas Toboali dan Ditpolair melakukan pencarian di titik Koordinat 3°7’309″S / 106°53’316″E, Kamis (23/5/2024) pagi sekitar pukul 08.00 Wib.

Baca Juga  7 Kapal Compreng Diduga Beroperasi di Karang Ajang, Nelayan Toboali Resah

Pencarian hari pertama masih nihil. Selain melakukan pencarian, tim gabungan juga memberitahukan kepada para nelayan jika ada menemukan mayat Mr. X untuk segera melaporkan kepada Pos BKO Direktorat dan Pos Sat Polairud Polres Basel.

Tujuh jam pencarian atau sekitar pukul 15.00 Wib terjadi cuaca buruk di laut dan hujan lebat, sehingga tim gabungan memutuskan untuk menghentikan pencarian dan kembali ke Dermaga Pos Sat Polairud Polres Basel untuk menentukan langkah-langkah dan rencana tindakan selanjutnya.