“Bantuan modal ini sebagai langkah mendukung serta meningkatkan ekonomi bagi pelaku UMKM. Sekaligus menekan inflasi di Kabupaten Bangka Selatan,” ujar Rama.

Lebih jauh sambung dia, hingga akhir bulan Mei 2024 ini sudah terdapat 71 orang warga di tiga desa mengajukan bantuan permodalan UMKM. Masing-masing tersebar di Desa Irat sebanyak 10 orang, Desa Rias 19 orang dan Desa Ranggung 20 orang. Sementara itu 22 pelaku usaha di antaranya mengajukan bantuan modal secara mandiri.

Di sisi lain Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung juga berencana memberikan bantuan kepada pelaku UMKM di Bangka Selatan. Khususnya bagi mereka yang usahanya telah masuk ke dalam aplikasi Si Dulang atau Sistem Informasi Data Tunggal, UMKM Berdaya dan Berkembang. Sayangnya, bantuan diberikan dalam bentuk peralatan bukan permodalan.

Baca Juga  Serap Aspirasi Warga, Kapolres Basel akan Turun ke Desa

“Kendati hanya peralatan peningkatan usaha, namun bantuan ini tetap dilakukan pendampingan oleh Dinas. Pemberian ini tidak boleh diwakilkan harus yang bersangkutan menerimanya,” ucapnya.

Meskipun begitu kata Rama, UMKM memiliki pasar strategis dalam pembangunan ekonomi daerah. Selain memberi kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah juga nasional, serta menciptakan lapangan kerja dan mengurangi angka pengangguran. Maka dari itu, dirinya meminta para pelaku usaha yang belum memanfaatkan program tersebut dapat segera mungkin mendaftar.

“Harapannya program pemberdayaan pelaku UMKM ini akan terus berkembang bagi pelaku usaha. Dengan dilakukan pendampingan agar dagangannya menarik para konsumen. Terpenting adalah terus berinovasi serta memanfaatkan era digitalisasi sekarang ini,” sebut Rama.

Baca Juga  Lomba Buket Meriahkan Peringatan HGN 2024 di Smansa Simba