Dari kanan: Naufal Ahza Mukhtarullah dan Mochammad Azzam Alfaqih. Foto: MI Khoiru Ummah Pangkalpinang.

Sedangkan tim Babel lainnya adalah Muhammad Faqihuddin Nabil Alghazi dan Muhammad Zaka Alfarez.

Rokayah menuturkan pihaknya, sepulang ke Pangkalpinang akan memulai sejumlah persiapan dan pelatihan secara intensif bagi tim agar nantinya benar-benar memiliki kesiapan sehingga bisa mewakili Indonesia ke ajang internasional.

“Kami patut bersyukur, Alhamdulillah atas capaian yang ditorehkan anak-anak kita. Kami berterimakasih atas dukungan semua pihak. Semoga diberikan yang terbaik dan kemudahan dalam melakukan berbagai persiapan,” ujarnya.

Menurut Rokayah pihaknya membutuhkan dukungan terutama terkait kebutuhan fasilitas bagi siswa dalam latihan dan dalam bentuk peralatan penunjang dan lainnya.

Baca Juga  Pj Gubernur Babel Buka PTQ ke-54 LPP RRI Sungailiat

“Anak anak kita hebat, tinggal bagaimana kita memotivasi, mengarahkan dan mendukung agar mereka terus berprestasi. Tanpa dukungan nyata kita semua, maka akan sulit. Kami butuh dukungan semua pihak. Dengan segala keterbatasan saja kita bersyukur bisa meraih yang terbaik, apalagi jika ditambah perlengkapan yang lengkap,” imbuh Rokayah.

Ajang kompetisi sains ini adalah yang kedua kalinya diikuti Tim Robotik MI Tahfizh Plus Khoiru Ummah Pangkalpinang. Kali pertama 2 tim tersebut berhasil lolos ke final dan mewakili Babel pada 2023 lalu. (*)