Lebih jauh lanjut dia, banyaknya kasus pencurian yang ditangani oleh Polres Bangka Selatan tak lepas dari kondisi perekonomian masyarakat saat ini. Diketahui kasus dugaan mega korupsi tata kelola pertambangan timah yang tengah ditangani oleh Kejaksaan Agung Republik Indonesia berdampak besar terhadap sektor perekonomian. Kasus dugaan korupsi dengan kerugian mencapai Rp300 triliun tersebut membuat sektor pertambangan timah berhenti.

Imbasnya pertumbuhan ekonomi di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung saat ini hanya sebesar satu persen dari bulan Januari sampai Mei 2024. Pertumbuhan ekonomi ini diklaim paling kecil se-Sumatera. Kondisi ini juga membuat angka kriminalitas kesehatan pencurian semakin tinggi. Bahkan kondisi tersebut diklaim terjadi secara merata di seluruh Polres yang ada di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Baca Juga  Gelar Karya dan Dialog Penguatan Karakter SMAN 1 Payung Hadirkan Rektor UBB

“Kalau saya lihat dampaknya membuat meningkatnya angka kriminalitas khususnya pencurian. Dari pengusutan kasus korupsi tersebut banyak masyarakat yang kehilangan pekerjaan. Apalagi masyarakat yang menggantungkan perekonomiannya dari sektor tambang timah,” paparnya.

Guna mengantisipasi hal tersebut kata Jhon Piter, pihaknya akan melakukan pengoptimalan pengawasan. Caranya dengan melaksanakan patroli tiga pilar melibatkan TNI, Polri dan Satpol-PP secara rutin. Tak hanya itu, Polsek jajaran wilayahnya masing-masing juga diminta menerapkan hal serupa dengan memberdayakan Bhabinkamtibmas setempat.

“Selain mengantisipasi pencurian juga mengawasi perkembangan situasi Kamtibmas di masyarakat menjelang pemilihan kepala daerah. Supaya tensi politik tidak semakin memanas di kalangan masyarakat,” tutupnya.