Pelatihan ini digencarkan karena adanya peningkatan serangan digital terhadap jurnalis dan media massa di seluruh Indonesia.

“Digital security ini penting diketahui jurnalis karena sewaktu-waktu nanti mereka bisa menjadi target serangan digital,” ujarnya.

Berdasarkan data, serangan digital kepada media dan jurnalis selama tahun 2023, yang masih tertinggi itu kategori phising ada 108 kasus dan kebocoran data pribadi 77 kasus serta peretasan akun 62 kasus.

“Untuk akun tidak bisa di akses 20 kasus, akun yang ditangguhkan 15 kasus, pencurian data pribadi 9 kasus, pengambilan akun 6 kasus dan daging 9 kasus. Jurnalis harus mengetahui hal ini,” ujarnya.

Beberapa hal yang diajarkan dalam pelatihan ini yakni pengenalan serangan digital, perlindungan perangkat dan akun, mengelola identitas digital dan pentingnya keamanan liputan.

Baca Juga  Pj Gubernur Apresiasi Keberadaan BSIP Babel, Begini Pesan Suganda

Kegiatan yang diikuti 10 jurnalis dari berbagai media di Kota Pangkalpinang ini menghadirkan nara sumber langsung yakni Ketua AJI Pangkalpinang, Barliyanto, Sekjen AJI Pangkalpinang, Teddy Malaka dan Trainer Digital Security AJI Pangkalpinang, Tomi.*