Sementara itu, Kapolsek Koba Iptu. Mardian mengimbau, agar masyarakat berhenti menambang secara ilegal sampai keluar kebijakan yang ada.

“Kami sudah ke lokasi dan menghimbau, agar masyarakat tidak melakukan penambangan secara ilegal, karena itu jelas melanggar aturan. Kami pun masih melakukan imbauan secara humanis guna menciptakan kondisi yang baik,” ujar Kapolsek Koba.

Iptu. Mardian juga akan melaporkan ke atasan atas aspirasi yang disampaikan oleh masyarakat dan juga melaporkan keadaan yang ada di lokasi tersebut.

“Kami akan laporkan ke atasan dan nanti arahan bagaiman kami bergerak sesuai perintah atasan,” tuturnya..

Sementara itu, Rikki selaku ketua koordinator sekaligus Ketua Pemuda Pancasila Bangka Tengah menegaskan akan tetap menambang untuk kesejahteraan masyarakat.

Baca Juga  Protes PPDB Tak Merata, Almaster Geruduk Kantor Dindik Babel

“Pokoknya dengan segala risiko kami akan tetap menambang demi masyarakat,” ucapnya.

Selain itu, Jaye yang juga perwakilan penambang mengatakan, penegakan hukum di Bangka Tengah ini terlalu naif. Padahal punya polisi, TNI, kejaksaan dan pengadilan.

“Kami ini dipaksa seperti ini. Pemerintah sudah gagal dan tidak bisa kami percaya lagi. Padahal tinggal atur kami saja. Silakan ambil pajaknya dan diatur, karena kami cuma mau nambang dengan aman. Kami capek jadi buruh dan hukum tidak bisa diterapkan di lapangan,” pungkasnya.