“Dewi Tari memiliki kemampuan akselerasi percepatan transformasi digital serta menciptakan konten kreatif sebagai sarana promosi desa wisata secara digital,” jelasnya.

Selain itu, destinasi wisata ini juga mempunyai kreativitas dan hasil karya desa wisata berupa kuliner, fesyen, dan kriya berbasis kearifan lokal yang dilihat dari souvenir yang dijual serta melengkapi kelembagaan desa wisata dan CHSE yang mengharuskan desa wisata berbadan hukum, serta memiliki pengelolaan desa yang berkelanjutan, memiliki manajemen resiko, serta menerapkan Cleanliness, Health, Safety, and environment Sustainability (CHSE) berstandar nasional.

“Kabupaten Bangka memiliki banyak potensi wisata yang tersebar pada setiap desanya, baik itu potensi wisata bahari maupun potensi wisata baharinya. Namun untuk membuat desa-desa tersebut dikenal dan terkenal harus ada kerja sama dari berbagai pihak yang dilakukan secara terpadu serta berkelanjutan oleh pihak pengelola, pengembang, pemerintah, swasta, maupun kelompok lain yang berkepentingan,” katanya.

Baca Juga  Meriahnya Lomba Kuliner Kue Khas Bangka di Festival Kenango 1 Muharam

“Dan yang paling utama dari masyarakat Bangka sendiri. Bagaimana kita semua ingin menjadikan Bangka sebagai pemikat tujuan utama para pelancong untuk berwisata ke Bangka sehingga mendongrak pariwisata Kabupaten Bangka dan meningkatkan perekonomian masyarakat Bangka tentunya,” ujar Rismy.