Jika anda ingin berkunjung ke sini silakan akses jalan untuk menuju ke Bukit Nenek di Desa Gudang.

Untuk melewati bukit nenek perjalanan yang dilalui menanjak dan berbatu, selain itu disuguhi dengan pemandangan flora dan fauna yang tersebar didalamnya. Kita juga akan melawati sungai-sungai kecil dengan air yang jernih.

Ketinggiannya mencapai 380 Mdpl dengan berjalan kaki menuju ke sana, selama perjalanan kita akan disuguhkan dengan hamparan hutan hijau sejauh mata memandang yang menjadi salah satu paru-paru di dunia.

Keunikan alam sebuah batu granit besar berada di puncak Bukit Nenek yang merupakan pesona keindahan alam sang pencipta.

Selain itu, kita akan melihat surga keindahan Bukit Nenek dari ketinggian 380 Mdpl. Jangan lupakan satu hal dalam perjalanan kalian yaitu membawa kamera dan bekal untuk makan. Bukit ini sangat cocok untuk berswa foto apalagi kalian yang suka berselfie.

Baca Juga  Kemenpora Harap Basel Jadi Contoh Budayakan Olahraga Lewat Tarkam

Untuk menuju ke Bukit Nenek kalian tidak perlu mengeluarkan banyak uang, karena wisata yang ditawarkan belum sangat dikenal oleh banyak orang, jadi tempat itu masih terbilang cukup murah.

Selama di sana kita akan dipandu oleh Komunitas Pecinta Peduli serta Pelestari Bukit Nenek ( KP3BN ). Tujuan pendirian KP3BN ini buat mengawal serta memastikan jikalau kawasan wisata Bukit Nenek tetaplestari serta tidak diganggu oleh kegiatan apapun yang dapat mengganggu kelestarian kawasan Bukit Nenek.

Tidak hanya itu saja saat kita telah berada diatas Bukit Nenek pada sore hari menjelang petang, kita dapat melihat sang surya terbenam di ufuk Barat.

Kita dapat melihat suasana malam hari dari atas bukit melihat kerlap-kerlip lampu dari desa yang terlihat di atas bukit. Ditemani dengan angin yang menyejukkan untuk menikmati pemandangan malam hari yang begitu menyenangkan.

Baca Juga  Riza-Debby Kembali Pertahankan Opini WTP BPK RI, Raih Lima Kali Berturut-turut

Selama berkunjung di sini kalian tidak akan menyesal karena disuguhkan dengan pemandangan yang indah dan melihat flora dan fauna yang sudah langka. Disitulah sensasi keindahan yang tidak bisa dijelaskan dengan sebuah kata-kata, hanyalah mata yang dapat merasakan Bukit Nenek.

Musey Natul Hasanah, alumnus SMAN 1 Payung, Bangka Selatan