Upaya Bruno Fernandes yang dibelokkan membuat beberapa penggemar Portugal keluar dari tempat duduk mereka dan Leao hanya berjarak beberapa inci untuk menyambut umpan silang rendah dari playmaker Manchester United itu.

Penjaga gawang Ceko Jindrich Stanek menggagalkan upaya Ronaldo dua kali pada paruh pertama dari rekor penampilannya yang ke-26 di Euro, namun pada kedua kesempatan tersebut sang striker tampak sedikit offside.

Momen paling cemerlang dari penyerang Al Nassr datang dengan backheel cerdas yang dilakukan gelandang Paris Saint-Germain Vitinha, namun pertahanan Ceko mengerumuninya dengan cepat dan memblok tembakannya.

Perdebatan mengenai apakah Ronaldo harus tetap menjadi starter atau tidak telah bergemuruh sejak Piala Dunia 2022 dan terkadang Portugal kekurangan ide selain memberikan umpan silang ke arahnya.

Baca Juga  Pemain Real Madrid Arda Guler Jadi Bintang Kemenangan Turki Melawan Georgia

Stanek dengan nyaman menyelamatkan tendangan bebas Ronaldo dari jarak jauh sebelum Ceko melakukan terobosan.

Gelandang Slavia Praha Provod melepaskan tendangan luar biasa melewati Diogo Costa dari tepi kotak penalti setelah Portugal gagal menyapu umpan silang setelah satu jam berlalu.

Namun Portugal dengan cepat menyamakan kedudukan ketika Hranac sayangnya membelokkan bola ke gawangnya sendiri, setelah Stanek menepis sundulan Nuno Mendes langsung ke arahnya dari jarak dekat.

Ronaldo dan striker Republik Ceko Patrik Schick menjadi pencetak gol terbanyak bersama di Euro 2020 dengan masing-masing lima gol tetapi keduanya tidak berada dalam performa terbaik mereka di Leipzig.

Jota mengira dia telah mencetak gol penentu kemenangan di menit-menit terakhir setelah sundulan Ronaldo membentur tiang gawang dan mengarah ke jalurnya, tetapi VAR menunjukkan penyerang veteran itu berada dalam posisi offside.

Baca Juga  Nova Arianto Panggil 36 Pemain untuk Seleksi Tim U-16 Tahap Kedua

Namun hal itu tidak menjadi masalah bagi pasukan Martinez setelah Conceicao masuk dan membawa mereka meraih tiga poin, menempatkan Portugal sejajar dengan Turki di puncak Grup F.

“Tentu saja ini sangat menyakitkan, meski tak seorang pun mengira kami akan menang hari ini,” kata Provod kepada televisi nasional Ceko.

“Gol yang kami kebobolan tidak tercipta setelah serangan-serangan yang dilakukan dengan baik, namun kami harus mengakui kualitas Portugal. (Gol-gol) tersebut tercipta dari tekanan yang sangat besar.”(***)