Oleh: Leli Fatmawati

Cyperus rotundus atau rumput teki merupakan salah satu tanaman menahun. Rumput beberapa ciri-ciri seperti tinggi tanaman sekitar 10-95 cm, memiliki batang yang berbentuk segitiga, daunnya membentuk pita bersilang sejajar dengan rata-rata panjang 10-30 cm dan lebar daun sekitar 3-6 cm.

Tanaman ini mampu tumbuh liar, dapat ditemukan di mana saja seperti halaman rumah, tanah kosongan, lapangan, pinggir jalan, kebun, hingga lahan pertanian. Tanaman ini mudah beradaptasi dengan kondisi lingkungan sekitar. Pertumbuhannya yang sangat pesat tersebut menyebabkan tanaman ini seringkali menutupi permukaan tanah. Oleh karena itu tanaman tersebut termasuk ke dalam kategori tanaman penutup (cover crops).

Kebanyakan petani menanggap tanaman ini sebagai gulma karena keberadaannya yang dianggap mengganggu dan penyebarannya yang sangat luas. Pertumbuhan yang cepat dan pesat mengakibatkan jumlah dari tanaman ini sulit untuk dikendalikan.

Baca Juga  Pemberdayaan Guru: Kunci Sukses Implementasi Kurikulum yang Berkelanjutan
Rumput Teki (Foto bibitbunga.com)

Cepatnya pertumbuhan disebabkan pada rumput teki akan membentuk umbi dan geragih. Umbi dan geragih tumbuh terus kesamping dan akan menghasilkan tunas baru. Tumbuhanya tunas-tunas baru akan membentuk individu baru. Sehingga menyebabkan rumput teki tumbuh denga cepat dan pesat.

Selain itu akar pada rumput teki akan tumbuh memanjang hingga mencapai kedalaman satu meter sehingga menyebabkan tanaman akan mudah bertahan hidup dan menyebabkan sulit untuk dikendalikan.  Sulitnya pengendalian tanaman tersebut, menyebabkan petani berupaya semaksimal mungkin untuk memberantasnya. Petani menganggap rumput teki yang tumbuh akan mempengaruhi penyerapan dan kadar nutrisi pada tanaman yang mereka tanam.

Faktanya anggapan tersebut keliru dan salah besar, ternyata rumput teki memiliki peran yang penting dalam meningkatkan serta mengembalikan kesuburan tanah. Berbagai negara telah banyak yang menerapkan sistem pertanian cover crops.

Sistem pertanian cover crpos merupakan salah satu sistem pertanian yang memanfaatkan tanaman penutup (dalam hal ini rumput teki) untuk meningkatkan serta mengembalikan kesuburan tanah pada lahan pertanian. Sistem pertanian ini dapat memberikan dampak pada lahan pertanian. Dampak yang ditimbulkan bukan hanya dalam jangka pendek saja, tetapi dampak yang ditumbulkan bersifat jangka panjang.

Baca Juga  Senjakala Demokrasi: Mengurai Fenomena "Strongman" dan Benteng Terakhir Supremasi Hukum

Nah, Berikut ini beberapa peran rumput teki dalam bidang pertanian:

1. Menjaga Kestabilan Kondisi Tanah

Rumput teki mampu menjaga kestabilan kondisi lahan pertanian melalui akar nya yang kuat. Akar yang menyebabkan lahan terjaga dari erosi dan longsor. Akar pada rumput teki menyebar sehingga dapat menahan pertiket-partikel tanah. Hal tersebut dapat menurnagi resiko terjadinya erosi tanah dan longsor yang disebabkan oleh angin atau pun air yang dapat menyebabkan mmengikisnya lapisan tanah atas.   rumput teki sehingga menyebabkan kondisi lahan tetap stabil.

2. Menjaga Suhu Tanah

Rumput teki mampu menurunkan suhu tanah selama musim panas serta mampu meningkatkan suhu tanah ketika msim dingin tiba. Ketika musim panas tiba umput teki tumbuh secara lebat sehingga dapat memberikan efek penutupan pada permukaan tanah.

Baca Juga  Tinjau Lokasi TMMD ke-127 Kodim Basel, Mayjen TNI Muchidin Optimis Kegiatan Bermanfaat bagi Masyarakat Kepulauan

Efek tersebut mampu membantu menurunkan intensitas penyinaran matahari, sehingga suhu pada tanah akan tetap terjaga dengan optimal. Saat musim dingin tiba rumput teki berfungsi dalam menjaga panas dalam tanah.

3. Mengurangi Penguapan Air pada Tanah akibat Penyinaran Matahari