Marudur Minta Dinkes Susun Skema Penanganan Kasus HIV di Bangka Barat
Tindakan pencegahan yang mungkin di lapangan bisa dilakukan ada beragam. Karena, Pemda Babar tak bisa bekerja sendiri tentunya. Contoh menggandeng tokoh-tokoh agama, masyarakat dan pemuda. Melakukan sosialisasi akan bahaya HIV ini dan penyebarannya.
“Tentu ini tidak mudah, perlu dukungan dari kelompok-kelompok komunitas masyarakat. Dan informasi ini harus tersampaikan karena ini dampaknya luar biasa. Kita berikan peran seluruh elemen untuk sosialisasi, bahayanya HIV ini seperti apa,” katanya.
“Kalau ini sudah terjadi, pemda melalui dinasnya harus turun ke lapangan. Karena kalau kita lihat tempat hiburan malam, lokalisasi kurang kita awasi. Yang kerja juga, kita tidak tahu apakah punya izin kerja di situ, perlu dicari datanya,” tambah Marudur.
Selain itu, mereka yang kerja di tempat hiburan malam terkadang hanya beberapa bulan saja di sini. Kemudian mereka pindah tanpa diketahui apakah membawa suatu penyakit atau tidak. Makanya dalam hal ini, instansi terkait harus bergerak cepat di lapangan.
“Mereka datang ke sini harusnya di tes kesehatannya, pulang pun begitu. Jejak mereka itu perlu kita data betul-betul. Memang harus secara komprehensif ini dilakukan,” jelasnya.
