Capai 98,02 Persen, Bangka Selatan Tercepat Pelaksanaan Coklit
Selama tahapan coklit berlangsung lanjut dia, sejumlah kendala turut dialami oleh petugas pantarlih di lapangan. Mulai dari jarak tempuh rumah warga yang cukup jauh hingga permasalahan masyarakat enggan dilakukan coklit.
Misalnya saja yang terjadi di Desa Gudang, Kecamatan Simpang Rimba. Warga menolak untuk dicoklit lantaran mengalami trauma akibat data pribadinya digunakan sebagai debitur kasus kredit usaha rakyat (KUR) fiktif yang dilakukan oleh bank pembangunan daerah (BPD) di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Bahkan saat ini kasusnya tengah ditangani oleh kejaksaan tinggi setempat. Walaupun begitu permasalahan tersebut mampu diselesaikan oleh petugas pantarlih di lapangan setelah warga diberikan edukasi. Maka dari itu pihaknya meminta peran serta semua pihak untuk mensukseskan tahapan coklit untuk penetapan daftar pemilih tetap (DPT) ke depannya.
“KPU butuh bantuan semua pihak, dari tokoh agama atau masyarakat setempat. Sehingga semua proses coklit bisa berjalan lancar,” ucapnya.
Kendati demikian kata Rahmad Nadi, data coklit sementara ini merupakan data real-time yang dilaporkan petugas pantarlih melalui aplikasi e-Coklit. Melalui aplikasi ini sudah tersimpan data-data pemilih yang akan dilakukan coklit. Sehingga pantarlih dapat mengakses data secara elektronik dan melakukan verifikasi dengan lebih cepat dan akurat. Sistem elektronik ini memastikan akurasi data pemilih dengan lebih baik.
Petugas pantarlih dapat memverifikasi data secara elektronik dan menghindari kesalahan manual, yang dapat terjadi dalam metode tradisional. Tak hanya itu, sejumlah pembaruan telah dilakukan untuk mengatasi kendala yang dihadapi pada penggunaan e-Coklit sebelumnya. Misalnya masalah akses sinyal dan kesulitan teknis yang dihadapi oleh petugas pantarlih.
“Data tersebut sudah berdasarkan e-coklit aplikasi. Dipastikan valid dan dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya,” tutupnya.
