YOGYAKARTA, TIMELINES.ID — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) wilayah Sumatera Selatan (Sumsel) dan Kepulauan Bangka Belitung (Babel) memaparkan kinerja Lembaga Jasa Keuangan (LJK) Tahun 2023 dalam media update, jurnalis class dan gathering media di Yogyakarta, Selasa.

“Jumlah lembaga jasa keuangan yang diawasi langsung oleh OJK dan berkantor pusat untuk wilayah Sumatera bagian Selatan (Sumbagsel) yakni 96 Bank, 27 IKNB, dan 9 pasar modal,” kata Kepala OJK Sumsel-Babel, Arifin Susanto, Selasa (9/7) malam.

Untuk Provinsi sumatera selatan (Sumsel), lembaga jasa keuangan yang diawasi OJK ada 26 perbankan, 7 IKNB dan 6 emiten pasar modal. Dan di Kepulauan Babel ada 5 perbankan 1 IKNB (PT Jamkrida Babel Perseroda) dan 1 emiten pasar modal (PT Timah Tbk).

Baca Juga  Pencarian Hari Kedua, Tim SAR Gabungan Lakukan Metode Permukaan Air dan Udara

“Di Lampung ada 36 perbankan, 13 IKNB dan 2 emiten pasar modal. Jambi ada 20 perbankan dan 3 IKNB, sedangkan di Bengkulu ada 9 perbankan dan 3 IKNB yang diawasi OJK dan berkantor pusat,” ujarnya.

Sedangkan total aset perbankan di Sumbagsel hingga april 2024 mencapai Rp321,60 triliun. Untuk Sumsel Rp121,44 triliun, Babel Rp24,75 triliun, Lampung Rp87,42 triliun, Jambi Rp56,75 triliun dan Bengkulu Rp31,26 triliun.