Dua Tahun Terakhir, Kasus DBD di Bangka Barat Terus Menurun
“Jadi sepanjang tahun 2022 itu tercatat paling banyak penderita DBD di wilayah kerja Puskesmas Mentok. Jumlahnya sekitar 209 dengan 5 kasus kematian. Simpangteritip 54 dengan 1 kematian, Jebus 91 dengan 1 kematian dan Parittiga 114, 0 kematian,” katanya.
Sementara, Puskesmas Kelapa tercatat ada 75 kasus dengan 1 kematian. Dan Puskesmas Tempilang mencapai 173 kasus dengan 2 kematian. Kemudian di tahun 2023, kasus DBD kembali turun hingga 50 persen. Tercatat, sepanjang 2023, penderita DBD sekitar 304 kasus.
“Data yang sudah kita himpun itu ada 304 kasus sepanjang 2023, 4 penderita meninggal dunia. Ini tersebar juga dari berbagai wilayah kerja Puskesmas. Seperti Mentok 52 kasus, 0 kematian.
Simpangteritip 40 kasus, 1 kematian,
Kundi 20 kasus, 0 kematian,” bebernya.
“Selanjutnya di Puskesmas Jebus 64 kasus dengan 2 kematian, Puskesmas Puput 44 kasus dengan 0 kematian. Puskesmas Sekarbiru 56 kasus dengan 1 kematian, Kelapa 16 kasus, 0 kematian dan Puskesmas Tempilang 12 kasus dengan 0 kematian,” ujarnya.
