“Haris itu diusulkan oleh Pj Gubernur yang lama, namun Bank Sumsel belum mengusulkan itu, jadi nanti bisa saja berubah, apalagi jika ada RUPS,” ujarnya.

Arifin juga membenarkan hingga saat ini aset perbankan di Babel cenderung turun dibanding di provinsi lainnya untuk wilayah Sumatera bagian Selatan (Sumbagsel) karena turunnya geliat perekonomian masyarakat.

“Aset perbankan di Babel itu adanya di Sumsel, namun secara keseluruhan transaksi setoran tunai dan penarikan itu di Babel dan memang saat ini menurun karena geliat ekonomi masyarakat yang turun, tidak seperti saat timah lagi jaya-jayanya dulu,” ujarnya.

Total aset perbankan di Sumbagsel hingga april 2024 mencapai Rp321,60 triliun. Untuk Sumsel Rp121,44 triliun, Babel Rp24,75 triliun, Lampung Rp87,42 triliun, Jambi Rp56,75 triliun dan Bengkulu Rp31,26 triliun.

Baca Juga  Gerak Cepat, Pelaku Pengrusakan Kantor PWI Babel Dibekuk, Ketua Boy Apresiasi

Dan total penyaluran kredit perbankan se-Sumbagsel mencapai Rp283,82 triliun. Dengan rincian sumsel Rp106,98 triliun, Babel Rp16,47 triliun, Lampung Rp79,32 triliun, Jambi Rp52,58 triliun dan Bengkulu Rp28,47 triliun.*