Di IKIP semua aspek dilihat, baik dari sisi pemda, masyarakat dan jurnalis. Dan ini terlihat dari fakta dan data tim pokjada, bagaimana IKIP harus ada penjelasan sehingga apa yang kurang di Bangka Belitung bisa menjadi atensi pemerintah dan kelebihan apa yang ada di Bangka Belitung jadi pembelajaran bagi kami tim Komisi Informasi.

“Kita ada tim pengamat IKIP yang bisa mengintip betul apakah ada manipulasi angka rekayasa nilai atau tidak. Dan tim pengamat ini juga bisa menilai sebuah daerah itu naik atau turun. Saya pastikan di IKIP tidak ada rekayasa nilai, jelek ya jelek, sedang ya sedang, buruk ya buruk,” ujarnya.

Baca Juga  Bank Sumsel Babel Hasilkan Laba Rp52 Miliar untuk PAD Bangka Belitung

Handoko menambahkan, FGD tahun ini sedikit berbeda dibanding tahun sebelumnya karena ada 10 informan ahli. Namun jika satu saja tidak datang, maka hasil wwncranya tidak digunakan.

“Ini konsekuensi terhadap nilai dan ini yang berbeda dari tahun sebelumnya karena kami ingin dapat data yang utuh,” ujarnya.*