“Setelah beberapa waktu Kadir dimasukan kedalam ruangan tahanan kami melihat Kadir seperti orang depresi. Dia mukul kepalanya sendiri menggunakan tangannya dan membenturkan kepalanya ke pintu besi ruang tahanan, Pada saat itu sempat kami beri nasihat kepada Kadir untuk menghentikan tindakan memukul dan membenturkan kepala. Tapi dia malah mengoceh,” ungkap Ari.

Kemudian Tedi, salah satu tahanan Polsek Belinyu mengungkapkan, dia yang hendak melakukan salat Subuh, melihat korban Kadir berjongkok di depan pintu sel, sambil buang air kecil di lantai.

Lantaran dianggap tidak senonoh, Tedi pun membangunkan rekan sesama tahanan lainnya dan meminta Kadir untuk membersihkan air seninya.

“Saya terbangun untuk mengambil air wudhu kemudian saya lanjutkan dengan salat Subuh setelah sholat subuh saya melihat Kadir berjongkok di depan jeruji pintu ruang tahanan sedang buang air kecil di lantai ruang tahanan,” jelasnya.

Baca Juga  Oknum Anggota DPRD Bangka Belitung Tersangka KDRT

“Setelah melihat hal itu saya membangunkan teman-teman tahanan saya, kemudian teman-teman tahanan saya memberi tau kepada Kadir agar membersihkan air kencingnya yang ada dilantai ruang tahanan dan setelah itu saya dan teman-teman tahanan saya melanjutkan untuk tidur,” ungkap Tedi.

Dilanjutkan AKP Era, korban Kadir meninggal setelah pada pagi hari ditemukan tidak sadarkan diri oleh tahanan. Dia pun kemudian dibawa ke Puskesmas Belinyu. Lantas kemudian dinyatakan meninggal akibat luka benturan di kepalanya.

Hasil pemeriksaan dokter Puskesmas pun menyatakan adanya luka di kepala korban. Era menyebutkan, korban sangat depresi lantaran enggan bercerai dengan istrinya.

“Iya korban depresi. Dan dia juga saat di dalam sel, bentur-benturin kepalanya ke jeruji. Dan mukul kepalanya sendiri. Istrinya ngajak cerai, dia nggak mau,” beber Era.

Baca Juga  Maraknya Aksi Kekerasan Terhadap Wartawan, Esty: Lihat Dulu Faktor Penyebabnya

Era juga menyebutkan, tidak ada kekerasan fisik yang dilakukan terhadap korban baik itu dari anggota Polsek Belinyu.

“Nggak ada, dipastikan nggak ada tindak kekerasan terhadap korban,” ujarnya.

Usai dilakukan segala proses pemeriksaan di Puskesmas Belinyu, jenazah Kadir pun diserahkan kepada keluarganya. Pada saat itu pun turut hadir tim inafis dari Satreskrim Polres Bangka.

Pihak keluarga korban pun dikabarkan menolak untuk dilakukan autopsi. Sejumlah tahanan, serta personel Polsek Belinyu pun dilakukan pemeriksaan oleh Propam Polda Kepulauan Bangka Belitung atas kejadian itu.

Sumber: humas.polri.go.id.