Kata Slamet Wahidin, sikap abai tersebut cenderung diikuti dengan rasa enggan untuk mengetahui kondisi tubuh seseorang dengan mengetahui massa indeks tubuh (IMT).

Tidak hanya itu, penyebabnya obesitas ada beberapa faktor, termasuk genetik atau keturunan dan juga gaya hidup atau life style dari masing-masing individu.

Gaya atau pola hidup yang tidak teratur ini yang berpengaruh besar terhadap obesitas.

Ditambah tingginya konsumsi makanan cepat saji, namun tidak diimbangi dengan olahraga yang cukup.

Selain itu minimnya kesadaran diri untuk mengontrol kondisi kesehatan di fasilitas pelayanan kesehatan.

Padahal layanan untuk konsultasi kesehatan termasuk gizi dan penanganan obesitas disediakan secara gratis. Jika terus dibiarkan, obesitas bisa jadi jalan pada penyakit diabetes tipe dua, hipertensi, hingga berisiko menimbulkan penyakit jantung.

Baca Juga  Martika Putri, Siswi SMK Yapentob Toboali Wakili Babel Seleksi Paskibraka Nasional

Itu sebabnya, obesitas mesti segera ditangani sesegera mungkin.

“Karena banyak penyakit yang mengintai pada orang dengan obesitas. Dianjurkan agar orang dengan obesitas bisa menurunkan berat badannya,” ucap dia.

Meskipun begitu kata Slamet Wahidin, obesitas itu bisa cegah dengan kesadaran diri, konsisten merubah pola hidup dengan lebih sehat.

Menurunkan berat badan pada penderita obesitas bisa dilakukan dengan mengurangi konsumsi lemak dan gula, meningkatkan porsi asupan buah, sayuran, kacang-kacangan, dan biji-bijian.

Aktivitas fisik secara teratur juga dilakukan agar kalori terbakar habis dan tidak menumpuk menjadi lemak.

“Perawatan orang obesitas sejatinya bisa dilakukan tanpa intervensi medis seperti obat-obatan, cukup dengan mengubah pola hidup menjadi lebih sehat,” tutupnya.

Baca Juga  Felly Husaini Resmi Pimpin PSSI Bangka Selatan Periode 2026-2030