“Produksi awal diperkirakan mulai 25-36 ton CPO per hari. Setelah CPO, tidak menutup kemungkinan pihak perusahaan ini juga akan ada hilirisasi lainnya, misalnya minyak goreng, shampoo dan sabu, ” ujarnya.

Yuwanda mengatakan pihaknya mendukung penuh pendirian pabrik CPO di Desa Kacung ini lantaran akan berdampak positif bagi pemerintah daerah maupun masyarakat setempat.

“Kami support, karena pihak investor ini juga akan merekrut pekerja dari warga lokal. Dari sisi pemerintah penambahan nilai PAD itu tersendiri, contohnya dari penerimaan negara bukan pajak, PNBP dan pajak lainnya bisa masuk dari situ,” ucapnya.

Baca Juga  Ini Identitas Mayat Laki-laki yang Buat Geger Warga Kacung