Tak hanya itu, Iwan menyebutkan para anggota komunitas juga semakin bersemangat untuk mengolah barang bekas menjadi berbagai produk yang menarik. Mereka mulai mempromosikan produk, mengenalkan pemanfaatan barang bekas.

Dengan adanya bantuan workshop dari PT Timah, menurut Iwan menjadi daya tarik bagi anggota baru untuk menyalurkan kreativitas mereka. Bahkan sudah ada beberapa orang yang baru bergabung. Hal ini juga sejalan dengan impian mereka untuk mengembangkan komunitas ini agar menjadi wadah untuk pemuda-pemudi di Desa Rias.

“Hampir tiap malam teman-teman di sini semenjak ada workshop baru. Ini juga membuat mereka menjadi lebih semangat. Tadinya workshop kita ini sempit serta lampunya pun agak redup, kalau sekarang udah enaklah kalau lagi kumpul,” katanya.

Baca Juga  Dorong KUB Moringa di Beltim untuk Berkembang, PT Timah Tbk Serahkan Bantuan Alat Produksi 

Saat ini, kata dia mereka bisa dapat menggunakan wokshop dengan maksimal. Ia berharap anggota holding pertambangan MIND ID ini dapat terus membina mereka.

“Sementara ini kami masih menggarap pekerjaan seperti biasa, selain itu kami juga sedang mengerjakan pekerjaan untuk momen 17 an ini, seperti properti untuk karnaval, juga trophy untuk piala perlombaan,” ucapnya.

Baginya, memiliki bengkel dan usaha bersama, dengan kemampuan sumber daya manusia yang berbeda-beda tentu tidak mudah. Namun, dengan adanya bantuan dari PT Timah ini tentu sangat membantu mereka tinggal mengoptimalkan yang sudah ada.

“Terima kasih PT Timah atas bantuannya, semoga kedepannya PT Timah dapat terus membina kami, turut membantu kami pengembangan sumber daya manusia yang ada, dengan memberikan pelatihan-pelatihan, serta kerja sama ini dapat terus terjalin dan berkelanjutan,” ujarnya. (*)

Baca Juga  Mobil Sehat PT Timah Hadir di Festival Danau Pading III, Berikan Layanan Kesehatan Gratis