Dikatakan Kepala Kejari Beltim Rita Susanti, pelaksanaan pemusnahan barang bukti itu dilakukan terhadap seluruh perkara tindak pidana umum yang ditangani sejak bulan Januari hingga Agustus 2024 sebanyak 40 perkara.

“Pemusnahan Barang Bukti ini hasil dari 40 perkara yang telah berkekuatan hukum tetap terkait BB narkotika, penganiayaan, minerba dan obat-obatan yang dilarang,” jelas Rita Susanti.

Rita Susanti menjelaskan Kejaksaan merupakan satu-satunya lembaga dalam Criminal Justice System yang berwenang dalam pelaksanaan eksekusi terhadap putusan pengadilan, baik terhadap pelaku maupun barang bukti sehingga penanganan perkara baru dapat dikatakan sepenuhnya tuntas.

“Pemusnahan barang bukti yang telah berkekuatan hukum tetap merupakan salah satu kewenangan Jaksa dalam melaksanakan putusan pengadilan selaku eksekutor,” ujar Kajari.

Baca Juga  Lagi, Ammar Zoni Ditangkap Polisi Terkait Kasus Narkoba

Dalam kegiatan itu, Kepala Kejaksaan Negeri Beltim menyalakan api dalam tumpukan barang bukti dan diikuti oleh para Kepala Kasi Pengelolaan Barang Bukti dan Barang Rampasan, Mario Samudera Siahaan dan Kasi Intel, Ahmad Muzayyin, Kapolres Beltim yang diwakili Kasat Reskrim AKP Ryo Guntur, Kepala Lembaga Pemasyarakatan Tanjungpandan, Kepala BNN Belitung Kompol Agus Handoko, dan organisasi perangkat daerah terkait. (ver kominfo beltim)