Akhmad Elvian menambahkan, peran penting lainnya ketika Belanda kembali berkuasa di Bangka Belitung pada Agresi Militer Belanda Pertama dan Agresi Militer Belanda Kedua.

Pj Wali Kota Pangkalpinang, Budi Utama yang menginisiasi ziarah ke makam Masjarif Datok Bandaharo Lelo tersebut meminta kepada semua pihak dan masyarakat Kota Pangkalpinang untuk menjaga dan melestarikan Makam Masjarif Datok Bandaharo Lelo. Pemerintah Kota Pangkalpinang akan merawat kembali makam yang terletak di sudut kanan perkuburan Bukit Tani tersebut.

“Mari kita jaga dan kita rawat, mengenang perjuangan sosok Masjarif Datok Bandaharo Lelo, pahlawan kita. Makam ini nanti akan dipasang Bendera Merah Putih pertanda makam seorang pejuang kemerdekaan Republik Indonesia, kita akan terus berkoordinasi,” pungkasnya.

Baca Juga  Didit Upayakan Kepulangan 81 Warga Babel Korban TPPO, Biayanya Rp27 Juta per Jiwa