“Kalau itu kami tidak tahu. Tidak tahu siapa yang jadi dalang di belakangnya. Jadi kami tidak tahu dan dengan orang-orang itu kami tidak kenal dan tidak ada satu pun yang kami kenal,” tambah dia saat ditanya perihal siapa yang memotori kegiatan tersebut.

“Sebelumnya akhir-akhir ini, kalau ada yang mau coba-coba kerja malam hari itu belum ada. Baru malam ini dan sejauh ini belum ada yang ketahuan atau kedapatan kerja. Tapi kalau coba mau mengkoordinir kawan-kawan nelayan ada beberapa kali,” ujar Fadli.

Hanya saja, dari sekian banyak mereka yang mau melobi nelayan, pihaknya tetap sepakat akan menolak. Hal ini dikarenakan belum ada aturan yang dikeluarkan oleh pemerintah atau pihak berwenang untuk beraktivitas di daerah itu.

Baca Juga  Polsek Jebus Selesaikan Kasus Pengrusakan Sepeda Motor di Aik Kuang Melalui Problem Solving

Mewakili masyarakat dan nelayan, dia berharap tambang di perairan tersebut bisa kembali dibuka. Namun mereka berharap kegiatan tersebut memiliki aturan dan kompensasi yang jelas. Sehingga nelayan dan masyarakat bisa merasakan dampaknya.