Tambang di Tembelok akan Dibuka dan Kerja Malam Hari, Nelayan Sepakat Tolak
“Jadi, terkait itu kita nelayan kumpul di pantai karena ada rombongan orang yang tidak kami kenal pakai mobil sudah ada di lokasi. Kemudian datang rombongan dari Polair Mentok. Kita koordinasi dengan Polair dulu mau menemui mereka,” katanya.
Namun, lanjut dia, Polair meminta para nelayan menahan diri dan membiarkan mereka berkoordinasi terlebih dahulu. Setelah itu, terjadi komunikasi antara Polair dan orang-orang yang memotori kegiatan itu. Hasilnya bahwa mereka memang hendak bekerja di Tembelok.
“Setelah itu mereka mengakui memang benar mau bekerja (malam). Ada 15 ponton tambang jenis selam kabarnya ditarik dari Tanjung Ular. Yang pasti nelayan menolak kegiatan yang seperti itu kerja malam dengan cara maling maling. Nelayan tidak setuju,” katanya.
“Apalagi ditambah tidak ada komunikasi sama nelayan, kenal pun tidak. Pontonnya belum sampai, baru orang-orangnya. Pontonnya dalam perjalanan. Kalau dari kita malam ini kumpul sekitar 30 orang nelayan yang hadir di pantai ini,” ujar Fadli.
