Pria yang juga menjabat sebagai Dirjen Pembangunan Desa dan Perdesaan Kemendes RI ini mengatakan bawah potensi juga ada di desa-desa.

“Potensi kan maksudnya di desa itu dana desa, 20 persen dana desa itu untuk ketahanan pangan, itu pemanfaatannya kalo di kami sangat variatif ada yang benar benar sudah mengarah ke ketahanan pangan betul. Sehingga sinergi, misalnya Semarak Babel bisa kita follow up lagi misalnya dengan pemanfaatan pekarangan. Harapan saya linier antara kebijakan provinsi, kebijakan kabupaten, hingga ke tingkat desa,” ujarnya.

Menurutnya, kondisi yang terjadi saat ini dinamis, bukan cuma tentang ketersediaan barang, tapi juga ketersediaan sumber daya manusia, maksudnya daya beli melemah bukan karena barang tidak ada tapi jumlah orang yang mengonsumsi yang juga berkurang.

Baca Juga  Pemprov Babel akan Berikan Penghargaan bagi Pejuang Penanganan Covid-19

Selain itu dirinya juga menuturkan bahwa penyerapan pendapatan terkait realisasi fisik sudah di atas realisasi anggaran karena terkait dengan circle pendapatan, ini juga perlu langkah-langkah yang segera kita cari solusinya.

“Tolong saya di bantu, mari kita sama-sama apa yang sudah baik kita pertahankan, tentu kita sambil melakukan penyempurnaan untuk menjaga kondusifitas maupun stabilitas yang ada di Kep. Babel,” pungkasnya.

Turut hadir dalam rapat ini yakni Plt. Inspektur Kep. Babel, perwakilan dari Bappeda, Bakuda, Kepala DPKP, Kepala Disperindag, Plh. Kepala Dinsospmd, Kepala Dishub, Plt. Kepala ESDM, Kepala Dinas PUPRPRKP, dan Kepala Biro Ekbang Setda Kep. Babel.