Dalam kesempatan ini, Nur Adi juga menjelaskan potensi timah di Indonesia yang terdapat di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Provinsi Riau dan Provinsi Kepulauan Riau. PT Timah juga memiliki tantangan dengan adanya tambang tanpa izin di wilayah konsesi Perusahaan.

“Pengamanan Wilayah IUP atau aset bangsa Indonesia perlu kita jaga. Ada beberapa isu signifikan seperti tambang ilegal di IUP PT Timah baik di darat dan laut. Penambangan tanpa izin ini pendapatannya tidak masuk ke negara. Untuk itu, kita perlu dukungan semua pihak untuk melakukan pengamanan,” ucapnya.

Menurutnya, pengamanan aset bukan hanya cadangan timah tapi juga perkantoran, kegiatan pengolahan dan peleburan dan lainnya. Sehingga PT Timah dapat beroperasi dengan optimal.

Baca Juga  33 Tim Berlaga di Turnamen Futsal antar OPD, Meriahkan Hari Jadi Kota Pangkalpinang

Ketua Pelaksana Latihan sekaligus Kasubditwaster Dit Pamobvit Polda Kep. Babel AKBP Benhard Sihombing, mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pengamanan di PT Timah, meningkatkan kemampuan pengetahuan baik personel Polda Babel maupun internal PT Timah dalam penanganan gangguan operasional dan aset perusahaan.

“Pelatihan ini juga dihdarapkan dapat meningkatkan kemampuan dan memperkuat sinergi dalam menciptakn lingkungan kerja yang aman dan kondusif,” katanya.

Para peserta pelatihan nantinya akan dibekali dengan berbagai materi diantaranya tentang pengamanan Objek Vital Nasional dalam mendukung pembangunan nasional, peran strategis Dit Reskrimsus Dalam Penegakan Hukum Terhadap pertambangan timah ilegal dan peran intelijen dalam pencegahan konflik sosial masyarakat. (*)

Baca Juga  Irjen Pol Viktor Sihombing Pastikan SPPG Polda Babel Terus Tingkatkan Kualitas dan Pelayanan MBG