Ia mengatakan, guna menjaga demokrasi di Bangka Selatan agar tetap hidup, dia mengajak masyarakat untuk bisa melihat mana yang baik dan tidaknya dalam menentukan pilihan.

“Jadi kalau ini merasa tidak baik, jangan dijadikan alasan semacam diskriminasi tentang pencetus kotak kosong. Kita dalam demokrasi kita bebas memilih, tidak boleh ada semacam diskriminasi atau intervensi dari pihak manapun,” katanya.

Tak hanya itu, dia meminta kepada KPU Bangka Selatan untuk mensosialisasikan tentang cara pencoblosan kotak kosong.

“Nanti ke depankan kita bisa melihat tolak ukur mata pilih dari 151.000 kita pilih berapa yang datang, di situ kita lihat demokrasi itu hidup atau enggak. Karena, untuk masalah pemilik kita sah-sah saja siapa yang mau milih inkumben atau yang mau pilih kotak-kosong. Yang jelas kita ingin ada demokrasi di Bangka Selatan ini jangan sampai demokrasi ini dikangkangi oleh tanda kutip partai-partai politik,” tegasnya.

Baca Juga  Mulai Besok KPU Basel Umumkan Pendaftaran Bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati, Berikut Tahapannya

Sementara itu, kata dia, hari terakhir masa perpanjang waktu pendaftaran untuk pasangan calon bupati dan wakil bupati, mereka akan melakukan gerakan ke Kantor KPU Bangka Selatan.

“Jika tidak menuntup kemungkinan insyaallah kami akan mendaftarkan diri untuk kotak kosong ke KPU Bangka Selatan di hari terakhir masa perpanjangan pendaftaran. Kami juga akan menyerukan hal ini dengan membentuk relawan kotak kosong hingga di kecamatan-kecamatan lain,” pungkasnya.