Ketika ditanya biji timah tersebut dijual kemana, kapolres menegaskan, fokus saat ini adalah penertiban terlebih dahulu.

“Area ini abu-abu, nanti kalau kita lengah pasti akan ada lagi aktivitas di lokasi ini, maka kita melakukan tindakan ini dengan cara paling persuasif, dengan harapan masyarakat penambang bisa bekerja sama menjaga agar tidak ada konflik di kemudian hari,” ucapnya.

“Mari sama-sama kita memastikan area lingkar Merbuk, Pungguk, Kenari bersih dari aktivitas tambang ilegal, apalagi ada 4 kelurahan dan 1 desa terdampak, yang mana masyarakat sebenarnya tidak menolak tambang, tapi mereka menolak tambang ilegal,” pungkasnya.

Baca Juga  Dianiaya Pakai Kayu Balok, Warga Airgegas Terkapar