Terdapat beberapa keunggulan varietas padi ini, utamanya tahan terhadap penyakit Hawar Daun Bakteri (HDB). Lalu, tahan terhadap pembusukan daun, tahan rebah hingga tahan kekeringan. Tidak hanya itu, umur padi lebih pendek, yaitu sekitar 120 hari, hasil gabahnya lebih tinggi, rata-rata 6,3 ton per hektare dan memberikan tekstur rasa pulen.

Inisiatif ini menjadi upaya pemerintah daerah dalam mendukung para petani lokal serta memperkuat ketahanan pangan di dua desa itu. Mengingat dua desa tersebut juga menjadi lumbung pangan bagi masyarakat lokal sebesar 20 persen. V

arietas ini nantinya ditargetkan dapat membantu petani memperoleh hasil panen yang lebih baik, bahkan dalam kondisi lingkungan yang kurang mendukung. Nantinya, para petani akan mendapatkan benih bibit sesuai dengan luasan lahan masing-masing.

Baca Juga  Polsek Payung Cari Orang Tua yang Letakkan Bayi di Teras Rumah Warga

“Setiap hektar lahan akan mendapatkan 25 kilogram benih. Memang sesuai target cukup untuk mendukung siklus tanam yang lebih produktif,” beber Risvandika.

“Sangat perlu memberdayakan petani produsen yang mandiri, guna mempermudah akses memperoleh benih varietas unggul di setiap daerah,” ucapnya.

Kendati demikian Risvandika terhadap para petani dapat memanfaatkan benih yang diberikan sebaik-baiknya. Sehingga dapat meningkatkan hasil panen dan berdampak positif pada kesejahteraan petani. Sehingga ke depan Kabupaten Bangka Selatan bisa menjadi daerah yang mandiri dan sejahtera dalam bidang pertanian.