Menurutnya, penambangan timah dan pengembangan geowisata bisa dilakukan secara beriringan, dengan catatan penambangan yang dilakukan ialah penambangan yang memiliki izin dan juga menerapkan kaidah penambangan baik.

“Geopark di Banyuwangi itu geowisatanya jalan dan di dalamnya ada penambangan sulfur. Penambangan boleh dilakukan tapi harus dilihat dari aspek legal, dilaksanakan sesuai dengan peraturan yang berlaku,” pesannya.

Sementara itu, Direktur Operasi dan Produksi PT Timah Nur Adi Kuncoro berharap, kegiatan ini menjadi langkah awal untuk mengembangkan pontensi geowisata di Pulau Bangka.

Ia berharap, dengan adanya FGD dan penelitian ini dapat memberikan kontribusi untuk pengembangan pariwisata di Bangka Belitung.

“Sinergi ini menjadi kebanggaan buat PT Timah dengan kehadiran guru besar dan dosen ITB. Semoga ini menjadi hal positif buat kami, buat Babel kaitan Geowisata dan geopark,” katanya.

Baca Juga  PT Timah Serahkan 200 Paket Sembako ke PMI Bangka Selatan, Wabup Debby Apresiasi

Sementara itu, Perwakilan dari Dinas Pariwisata Provinsi Bangka Belitung Yuliarsyah mengatakan, Bangka Belitung memang memiliki banyak potensi geowisata.

Ia berharap, kegiatan ini dapat terus berlanjut sehingga bisa mendampingi Pemerintah dalam mengembangkan geowisata. Apalagi saat ini kata dia kondisi pariwisata Babel yang sedang tidak baik-baik saja.

“Kondisi pariwisata Babel tidak baik-baik saja, kondisi ekonomi Babel juga tidak baik-baik saja. Ini sangat berdampak ke kami. Kami tahu punya potensi yang besar kekayaan geologi. Tentu dengan kehadiran penelitian ini menjadi sentilan bagi kami untuk mengelola warisan di bumi untuk mensejahterakan masyarakat,” katanya.

“Kami juga punya harapan besar untuk dibantu dalam mengembangkan potensi yang ada. Meski geowisata ini bukan barang baru, karena Bangka Belitung juga sudah punya Geopark,” ucapnya. (*)

Baca Juga  Kapolda Babel Resmikan SPPG Polri Pertama di Pangkalpinang, Siap Layani Ribuan Siswa