“Kondisi air masih surut, kita memberikan toleransi waktu. Ketika air pasang, kita tunggu tarik keluar. Tapi memang saat operasi penertiban berlangsung, Tim Gabungan tidak menemukan aktivitas tambang di lokasi,” ujar Kompol Albert.

Diduga informasi mengenai penertiban ini telah bocor sehingga para penambang sudah terlebih dahulu menghentikan aktivitasnya.

“Untuk bekerja tidak ada, mereka sudah secara persuasif mengikuti imbauan dari petugas yang turun. Bahwa akan menarik ponton mereka secara sukarela dari laut Belembang,” tarangnya.

Sementara itu, dia menegaskan pihaknya akan menunggu hingga air pasang untuk memastikan semua ponton telah ditarik keluar. Saat ini, penegakan hukum masih dilakukan secara persuasif melalui razia dan imbauan.

Baca Juga  Deddi Harap Pemotongan TPP Bersifat Sementara, Yakin Dipimpin Markus APBD Kembali Stabil

Namun, jika para penambang tetap membandel dan kembali beroperasi pada malam hari, Albert mengungkapkan pihaknya akan menindak tegas.

“Batas waktu kita tunggu sesegera mungkin sampai air pasang. Untuk penegakan hukum saat ini belum ada, masih razia secara persuasif. Memberikan imbauan, kalau memang membandel nanti malam, mereka curi bekerja, disitu dilakukan upaya penegakan hukum,” jelasnya.