“Bantuan ini menjadi motivasi dan perhatian dari pemerintah daerah kepada para peternak babi di Bangka Selatan agar usaha mereka terus berkembang dan lebih maju lagi ke depannya,” jelas Risvandika.

Di sisi lain sambung dia, intervensi yang dilakukan pemerintah melalui pengadaan ternak babi ini menjadi stimulan di dalam menumbuhkan dan memulihkan kembali kondisi peternakan masyarakat secara bertahap. Mendorong pertumbuhan perekonomian khususnya di bidang peternakan. Utamanya bagi masyarakat agar dapat tetap produktif meskipun tidak bekerja di sektor formal.

“Sebelum-sebelumnya juga kita telah melakukan pembagian ternak babi, terakhir tahun 2019. Tahun ini baru dilakukan lagi pasca Covid-19. Harapan kita yaitu pengembangan usaha ternak babi bisa berkembang biak,” ujarnya.

Baca Juga  Sambut HUT ke-78 Bhayangkara, Polsek Simpang Rimba Bantu Bahan Renovasi Rumah Warga

Meskipun begitu kata Risvandika, melalui pemberian bibit ini bukan hanya difokuskan pada bibit ternak babi, melainkan juga pemberian bibit ternak kambing dan bibit ayam kepada kelompok ternak di setiap kecamatan.

Sehingga diharapkan di setiap kecamatan terdapat kelompok tani yang bisa diandalkan sebagai titik tumbuh yang memberikan efek sebar didalam peningkatan populasi ternak secara keseluruhan. Diharapkan masyarakat atau peternak dapat memanfaatkan bantuan dari pemerintah tersebut dengan sebaik-baiknya.

“Kita juga akan melakukan pembinaan dan pemantauan kesehatan hewan ternak, agar bantuan bibit babi ini bermanfaat, menghasilkan dan tetap berkelanjutan,” pungkas Risvandika.