Semarak Maulid Nabi di Desa Namang, Ada Kirab Budaya hingga Pawai 5.000 Butir Telur
“Nganggung ini merupakan tradisi yang selalu hadir di kalangan masyarakat Bangka Bekitung, termasuk di Desa Namang, yang mana tradisi Nganggung adalah tradisi membawa makanan lengkap dari masing-masing rumah penduduk ke tempat pertemuan besar,” terangnya.
Zaiwan menjelaskan, kegiatan akan berakhir pada Rabu sampai Malam Kamis, yang mana akan ada salawat akbar.
“Nanti akan ditutup dengan salawat akbar di Pesantren Nurul Mahibbin Ustad Huzaifah, semoga kegiatan ini berkah untuk Desa Namang,” imbuhnya.
Terpisah, di depan panggung kehormatan tidak jauh dari Masjid Jami’atul Khoir para peserta memberikan penghormatan kepada tamu undangan.
Ada juga peserta yang membacakan puisi singkat terkait kelahiran Nabiyullah Muhammad Saw. Sepanjang perjalanan, para peserta bersalawat. Selain itu ada juga peserta yang membawakan alat musik hadrah.
Pahar telur yang dibawakan peserta sangat kreatif.
Ada yang berbentuk bahtera, sarung telur dengan menggunakan anyaman akar kekembat, batang pisang yang dihiasi dan berbagai kreasi lainnya. Rombongan dari MAN Insan Cendekian Bangka Tengah membawakan replika hewan unta sehingga mengundang decak kagum para penonton yang memadati kiri kanan rute kirab budaya.
Drumband MTs Negeri 1 Bangka Tengah menjadi rombongan terakhir kegiatan kirab budaya sehingga membuat kegiatan semakin semarak. (Sindy Ayu Kirana/Kak Meilanto)
