Sebelumnya, Bupati Bangka Tengah, Algafry Rahman mengatakan angka tersebut tidak berpengaruh terhadap status kabupaten Layak Anak sejak tahun 2023.

“Sepertinya tidak lah, karena item mengukur layak anak bukan hanya itu saja. Ada 60 item indikatornya, kalau berkaitan dengan kekerasan, Surabaya lebih keras lagi, tapi mereka juga dapat layak anak,” ujarnya, Kamis (12/9/2024).

Algafry menilai kekerasan terhadap anak sebagai kejadian di luar dugaan oleh banyak faktor dan bisa terjadi kapan saja.

Pemerintah Bangka Tengah sudah melakukan upaya-upaya meredam kejadian kekerasan terhadap anak dengan cara memberikan edukasi kepada orang tua dan anak-anak.

Pola edukasi tersebut dengan cara mengundang orang tua, kemudian melakukan penyuluhan oleh tokoh agama dan tenaga pendidik.

Baca Juga  Ketua DPRD Bangka Tengah Ingatkan Penambang Marbuk Bahaya Tambang Ilegal

“Kalau masalah banyak kasus itu relatif lah, tergantung situasi dan kondisi yang terjadi, semakin ramai ya tentu semakin ada kejadian,” ujarnya.

Menurut Algafry yang jadi permasalahan adalah bagaimana pemerintah efektif saat melakukan sosialisasi ke masyarakat tentang menjaga anak-anak.

“Mari sama-sama menjaga dan mengingatkan anak-anak kita, agar tidak semua orang bisa menyentuh bagian sensitif yang ada di tubuh,” pungkasnya.