Jelang Lahiran Anak Ketiga dari Istri Kedua, Pemuda di Mentok Malah Nekat Jual Sabu
Selama menjalankan praktik peredaran barang haram tersebut, ia tidak pernah bertemu dengan sang bandar. Ketika barang akan dikirim, YS akan dihubungi orang tersebut dan mengambil di suatu tempat yang telah ditentukan. Baru setelah itu diedarkan barangnya.
Dia juga mengaku tak mengetahui para pembeli sabu-sabu tersebut. Tugasnya hanya membuat peta dan memetakan lokasi barang akan ditempatkan. Lalu setelah itu pembeli akan mengambil barang di lokasi yang telah ditentukan. Baru kemudian pembayaran dilakukan.
“Kami itu sistemnya kerja sama orang. Cuma tidak tahu juga siapa orangnya, tak kenal dan komunikasi melalui WA. Yang menawarkan pertama menjadi pengedar sabu-sabu ini dari teman saya. Cuma teman itu sudah pulang ke Palembang,” sebut YS.
“Pembeli juga saya tidak tahu karena kami cuma disuruh bikin peta untuk pembeli untuk menaruh barang. Jadi pembeli tidak bertemu lagi sama kami. Uangnya di transfer ke yang punya barang, saya tidak ikut campur tangan lagi transaksi penjualan,” ungkap YS.
Menurut pengakuannya, selama jadi pengedar sabu-sabu, selama itu pula ia mengkonsumsi barang terlarang tersebut. Padahal sebelumnya ia tidak pernah menyentuh sabu-sabu. Oleh karena itu, ia mengaku menyesal dan tidak akan mengulangi perbuatannya.
