Dalam interogasi awal, diketahui bahwa kedua kelompok gengster tersebut berencana untuk membantu kelompok gengster lain dalam tawuran melawan gengster dari Pangkalpinang. Namun, pertemuan tersebut gagal terjadi karena masalah komunikasi.

“Remaja-remaja ini berencana melakukan tawuran dengan kelompok lain dari Pangkalpinang, tetapi komunikasi mereka terputus, sehingga bentrokan tidak terjadi. Meskipun demikian, mereka tetap membawa berbagai senjata tajam saat perjalanan,” jelas AKP Era.

Dalam operasi tersebut, polisi menyita barang bukti berupa 6 (enam) buah celurit, 1 ( satu) pisau, 2 ( dua) parang, 1 ( satu) kris, 1 (satu) rantai motor, 2 (dua) potongan plat baja berbentuk gergaji, 2 (dua) pelat nomor kendaraan berbentuk gergaji, dan 1 ( satu) bendera bergambar karakter kartun Popeye.

Polres Bangka berencana memanggil orang tua para pelaku untuk dimintai keterangan dan menandatangani surat pernyataan. Proses hukum terhadap para remaja ini akan dilanjutkan, sementara barang bukti yang ditemukan telah disita.

Baca Juga  48 Siswa Diktuk Bintara Polri SPN Selesai Jalani Latja di Polres Bangka

“Kami mengimbau masyarakat untuk selalu waspada terhadap aktivitas yang mencurigakan di lingkungan mereka dan segera melapor kepada pihak berwenang jika menemukan hal yang tidak wajar,” tutup AKP Era.

Sumber: tribratanews.bangka.net