Harapannya, produk karet dari Desa Perlang dapat diterima di pasar Eropa di masa depan.

Kades Perlan, Yani Basaroni menekankan pentingnya pendataan ini untuk meningkatkan kepercayaan dunia terhadap karet yang dihasilkan petani Indonesia.

“Tadi kami juga mengusulkan agar Koltiva melibatkan dua warga desa dalam proses pendataan selama tiga bulan,” katanya kepada awak media Kamis, (26/9/2024).

Ia mengimbau petani untuk terbuka dan berbagi informasi mengenai aktivitas dan teknik yang mereka gunakan dalam budidaya karet.

“Harapannya, melalui data yang akurat, Koltiva dapat memberikan inovasi yang meningkatkan produksi karet di Desa Perlang,” imbuhnya.

Baca Juga  Danau Pading Masih Jadi Destinasi Wisata Unggulan Bangka Tengah di Tahun 2024