“Mari kita jaga lingkungan ini tetap lestari danmemberikan manfaat untuk kita semua. Oleh karena itu tetap aman, tetap menjaga lingkungan. Kalau ada yang mau disampaikan silakan, kami akan mendengarkan,” katanya.

Sementara Danramil 431-02/Mentok, Mayor Suherman, juga mempersilakan masyarakat menyampaikan uneg-unegnya.

“Tapi jangan emosi. Ini semua akan kami tampung, maka kami turun ini,” kata dia.

Terpisah, Aparat Penegak Hukum (APH) diharapkan tidak menutup aktivitas tambang timah di perairan Keranggan dan Tembelok, Kecamatan Mentok. Pasalnya, aktivitas yang sudah berjalan beberapa terakhir itu banyak membantu masyarakat.

Seperti dikatakan Hairil Mading, salah seorang warga Kelurahan Keranggan pada Sabtu (28/9/2024) pagi. Saat itu, Hairil berbicara di sela-sela kegiatan imbauan yang dilakukan oleh dari Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Mentok.

Baca Juga  Kabel Bawah Laut Sumatera-Bangka Terancam Putus akibat Tambang Tembelok dan Keranggan

Dia tidak sendirian, melainkan bersama ratusan penambang, pedagang hingga panitia berkumpul di sana. Ia menyebut, penambang dan pedagang yang beraktivitas di wilayah itu bukan untuk mencari kekayaan. Hanya karena kebutuhan untuk makan sehari-hari.

“Kita ini susah, lihatlah emak-emak di pasar itu. Dagang kue saja nggak laku. Makan apa kita. Maling tidak, kami hanya mau makan, hanya legalitas kita tidak punya. Cuma kita jaga tetap kondusif, tapi kalau ditutup kami nggak mau,” ujar Hairil Mading.

Meski tidak memiliki legalitas, mereka akan tetap menaati aturan hukum. Yang terpenting, pihaknya akan tetap menjaga situasi aman dan tertib serta siap disanksi apabila tidak kondusif. Hal senada juga dikatakan oleh Indah, warga asal Kampung Mentok Asin.

Baca Juga  Markus Dukung Pelestarian Permainan Bola Api di Desa Pelangas