IPTU Kardonetso Siagian menyatakan tidak bisa menentukan apakah masyarakat yang menyebabkan antre panjang di SPBU merupakan pengerit atau bukan.

“Karena mereka juga dapat BBM sesuai dengan barcode, tidak ada barcode mungkin tidak dilayani SPBU, kalau lebih dari batas barcode maka SPBU sudah menyalahkan penggunaannya,” ujarnya.

Sat Lantas juga sudah meminta pengelola SPBU tersebut, agar menambahkan tenaga juru parkir guna mengatur antrean supaya tertib, rapi dan teratur tanpa menggangu lalu lintas.

“Kalau di Berok pagi, karena bukanya pagi malam dak jual, lari lah ke yang 24 jam di Nibung, pagi, siang dan malam lumayan ramai,” pungkasnya.

Baca Juga  Nelayan Hilang Ditemukan Tewas di Pesisir Tanjung Berikat, Warga Beriga Sempat Heboh