“Perusahaan pertambangan di Bateng juga terkena imbas, untuk sementara stop beroperasi sampai kondisi lebih jelas dengan perbandingan triwulan 1 tahun 2023 investasi disumbangkan sebesar Rp9.850.800.000 sedangkan triwulan 1 tahun 2024 sebesar Rp4.039.500.000,” ucapnya.

Ia juga menyampaikan jumlah perusahaan dengan nilai rencana investasi dari 500 juta ke atas di Bangka Tengah pada tahun 2023 mencapai 493 perusahaan dan bertambah 96 perusahaan di tahun 2024.

“Tahun 2024 ini bertambah 96 perusahaan dengan total 589 perusahaan berinvestasi di Bangka Tengah,” tuturnya.

Ia juga mengimbau, agar para pelaku usaha di Bangka Tengah untuk bisa menyampaikan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) dengan perusahaan yang wajib lapor, yakni perusahaan yang rencana investasinya 1 miliar sampai dengan 5 miliar (UMK) melaporkan 6 bulan sekali.

Baca Juga  Baznas Bateng Salurkan Beasiswa Prestasi Rp340,5 Juta untuk 417 Siswa

Sedangkan, perusahaan yang rencana investasinya di atas 5 miliar (Non UMKM) laporannya 3 bulan sekali.

“Untuk para pelaku usaha di Bangka Tengah mohon bisa menyampaikan laporan kegiatan penanaman modalnya karena dari situlah kita bisa menilai pertumbuhan ekonomi,” imbuhnya.