Pemkab Bateng Telah Sekolahkan 182 PNS ke Perguruan Tinggi, Didominasi Tenaga Medis
Harapan pertama dengan diberikan Tubel Beasiswa terhadap PNS dapat meningkatkan SDM menjadi lebih memumpuni dan tidak kalah dengan yang ada di kota-kota besar.
“Kedua soal pelayanan, kami berharap seperti dokter dan tenaga medis jangan nantinya sudah dibeasiswakan tiba-tiba mereka pelayanannya kurang,” ujarnya.
BKPSDM Bateng telah menemukan beberapa kasus PNS yang pada saat belum mendapatkan Tubel Beasiswa kinerjanya masih bagus, tapi setelah selesai sekolah justru pelayanannya berkurang.
“Karena statusnya sudah meningkat jadi dokter spesialis dan banyak rumah sakit yang mau, akhirnya di tempat intinya ditinggalkan, dia praktek di luar, ini kurang bagus mentalnya,” terangnya.
Sehingga, Risaldi memohon permasalahan-permasalahan tersebut menjadi perhatian dan semoga di masa yang akan datang tidak lagi terjadi karena sudah disampaikan.
Padahal, yang paling banyak menyedot anggaran adalah tenaga medis dengan perbandingan biaya sekolah satu dokter spesialis bisa menyekolahkan 3 PNS umum untuk jenjang S2.
“Jadi kebayang kan kalau hasilnya tidak ada feed back untuk kita (Pemkab Bateng), kita kan berharap untuk (pelayanan) masyarakat dapat meningkat,” tuturnya.
Sehingga di samping peningkatan pelayanan maka klasifikasi rumah sakit dapat meningkat dan jika pengelolaannya benar akan berdampak pada peningkatan pendapatan asli daerah.
