“Pada masa peralihan ini, hujan seringkali bersifat tidak merata, dengan intensitas yang bisa cukup lebat dalam waktu singkat. Ketika atmosfer tidak stabil, kemungkinan terbentuknya awan konvektif seperti awan Cumulonimbus (CB) akan meningkat,” ucapnya.

“Awan CB sering kali berhubungan dengan cuaca ekstrem seperti kilat, petir, serta angin kencang,” tuturnya.

Menghadapi serangkaian peristiwa bencana ini, berbagai upaya penanggulangan yang dilakukan oleh BPBD Bangka Barat. Mulai dari tahapan pra bencana, bencana, hingga pasca bencana.

“Kegiatan upaya pencegahan dan kesiapsiagaan mulai dari mengaktifkan pos jaga, kegiatan edukasi ke masyarakat, kegiatan pembentukan relawan serta pembentukan desa dan kelurahan tanggap bencana, dan kerja sama antar lintas sektor TNI Polri dan berbagai instansi lainnya,” ucapnya

Baca Juga  Siswa SLB di Bangka Barat Diduga Jadi Korban Penganiayaan